Postingan

Generasi 27

Gambar
Kita adalah generasi 27   Dimana makhluk yang terkuat yang bisa bertahan hingga akhir. Kita telah menyelesaikan tugas kita. Kita bersama hingga akhirnya masing-masing dari kita akhirnya menemukan jalan. Entahlah,disaat orang lain ber euforia dengan wisuda,aku justru merindukan kalian. Dimana kalian? Bagaimana kabar kalian? Jujur,aku teramat sangat merindukan kalian. Kalian yang biasanya membuat kegaduhan di kelas,bernyanyi-nyanyi,tidur,makan,curhat. Ah,rupanya kelas itu sudah merupakan rumah kedua bagi kita. Tak pernah menyangka akan mengenal kalian sejauh ini. Dan akan merindukan kalian dengan cara seperti ini. Ini bukan sebuah drama ataupun puisi yang berirama,ini hanyalah sebuah cerita dari seseorang yang merindukan keluarganya. 25 orang perempuan dan 2 orang laki-laki yang membuat cerita selama 3 tahun di bangku SMA. Kita adalah keluarga besar Jasa Boga,dimana aprone,wajan,cutik beserta teman-temannya adalah bagian dari kita. Masing-masing dari kita sudah...

Kertas Merah Muda

Semuanya seperti bias seketika. Aku mencoba mereka apa yang sedang terjadi. Dada ini terasa sesak seketika. “kamu harus kuat” gumamku dalam hati Tak ada satupun kata yang terucap dari mulut ini. Rasanya angin hampa telah merenggut bahagia dalam jiwa. Selembar kertas berwarna merah muda yang terjatuh itu lalu ku pungut lagi. Aku goyakkan lagi mataku berharap ini hanya mimpi belaka. Tidak,ini nyata tanggal dan waktunya telah tercetak dengan tinta kebahagiaan di ujung sana. “relakan,kamu tak berhak menangisi kebahagiaannya.” Ucap seseorang yang kini merangkul tubuh yang lemas ini.

selembar kertas

lalu seperti inikah rasanya? membaca sebuah kertas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya layaknya seperti membaca sebuah cerita di sebuah novel berliku ceritanya,namun hanya akan bertemu pada suatu titik yaitu akhir ceritanya

ngabolang di kota kembang

Kita adalah dua mahluk hidup yang bernapas dengan paru-paru,pemakan segala (yang halal,dan bukan makan teman tentunya hahaha) Kita yang saya maksud disini adalah Ana Puspa Agustina. Sahabat karib saya sejak SMA. Tepat setahun yang lalu saat kota Bandung berulang tahun kita memutuskan untuk pergi kesana,karena waktu itu saya di Bandung melihat ada baligho beberapa acara ulangtahun Bandung yang sangat sayang untuk dilewatkan. Dengan bekal uang seadanya kita berangkat dari Ciamis,menumpang mobil sampai Garut. Dari Garut,kita melanjutkan perjalanan menggunakan bis ¾ yang penuh,maklum hari itu adalah weekend dan kita pergi terlalu sore. Macet hampir 2 jam. Mobil yang kita tumpangi tak bergerak,rupanya ada perbaikan jalan. Saya dan Ana tidak kebagian tempat duduk. Alhasil kita cuma bisa berdiri dan menyenderkan diri ini ke pinggiran kursi. Kita tidak pernah kehabisan akal,daripada bengong ga jelas mending kita bikin permainan. Dan akhirnya hanya kita berdua yang mengerti bahasa perm...