Kertas Merah Muda
Semuanya seperti bias seketika. Aku mencoba mereka apa yang sedang terjadi. Dada ini terasa sesak seketika. “kamu harus kuat” gumamku dalam hati Tak ada satupun kata yang terucap dari mulut ini. Rasanya angin hampa telah merenggut bahagia dalam jiwa. Selembar kertas berwarna merah muda yang terjatuh itu lalu ku pungut lagi. Aku goyakkan lagi mataku berharap ini hanya mimpi belaka. Tidak,ini nyata tanggal dan waktunya telah tercetak dengan tinta kebahagiaan di ujung sana. “relakan,kamu tak berhak menangisi kebahagiaannya.” Ucap seseorang yang kini merangkul tubuh yang lemas ini.